Filed under: Uncategorized
Sepuntung lalu dua puntung
untuk malam bersama kawan
dan tumpukan karya kejar deadline.
Secangkir lalu dua cangkir
untuk mata yang berat ingin tertutup
Melawan otak yang ingin fokus
pada lanjutan 25% lagi.
Filed under: Bercerita
Katakan saja namanya Derau, ia hidup di atas kaki telanjang dan penolakan untuk menjadi sama.
Lebih tepatnya panggil dia kakek Derau, ya dia kakek tua keriput yang berbalut luka masa lampaunya.
Tapi apakah tuanya itu telah benar-benar tua ? atau hanya sekedar pikiran terbelit dan termakan oleh idealis-idealis kosong tanpa dasar dan pemaknaan ? lalu membuatnya terlihat tua dan tersingkirkan.
Nihilisme mungkinlah dia, atau malah kompleksitaslah yang mengatasnamakan kehadiran cara berpikirnya.
Sehari-hari si kakek selalu berteriak dan memaki kepada pamflet-pamflet yang berbaris tak beraturan di setiap tembok-tembok kota, ” MURAH DAN TAK BERHARGA ” serapahnya.
Apa yang dilakukannya ? apa yang dipikirkannya ? Apa yang ingin ia katakan sebenarnya ?
Di setiap trotoar jalan, di setiap pemberhentian lampu merah, ia berlari dan melompat, sekali-kali ia tiarap selayaknya tentara yg berperang seraya menunjuk-nunjuk ke arah lempengan merah pertanda tahta, dan disiulkannya lagu kebangsaan Amerika.
Orang-orang menganggapnya gila, orang-orang menganggapnya siluman, tapi ia tetap berdiri tegap di setiap penghujung sore sambil meneriakkan ” HIDUPKAN ORIGINALITAS ” dengan jari tengah diangkat tinggi, diarahkannya kepada pembenaran.
Filed under: Bercerita
Lantunan musik mengalun sempurna,
Dari speaker sederhana dua channel.
Lantunan sendu mengiri dengan setia,
Playlist acak dalam perangkat lunak pemutar musik.
Sebatang rokok putih perlahan menjadi abu tak bermakna,
Selagi kubertanya makna kehidupan.
Batang keduapun menetapkan dirinya dalam botol berisi air pengganti asbak,
Selagi kumencari tempatku dalam hidup.
Malam penuh tanya,
Tanpa jawaban.
Malam penuh asap,
Tanpa jalan keluar.
Filed under: puisi-puisian
Hari ini ada di sana,
Esok hari ada di situ,
Lusa entah di mana.
Filed under: puisi-puisian
Ketakutan untuk melangkah maju,
Meski dengan angkuhnya memberi semangat.
Ketakutan untuk terpuruk,
Meski dengan senyuman mengulurkan tangan.
Ketakutan untuk mengakui,
Meski dengan blak-blakan memaksa.
Takut melakukan,
Tapi berani berskenario.
Filed under: Bercerita
Mereka pulang dengan teriakan,
Mereka saling adu argumen,
Aku hanya menjadi penonton,
Tapi tak berani bertepuk tangan.
Diam-diam kutertawa,
Karena waktu memaksa,
Diam-diam kutersenyum,
Karena respek yang berbicara.
Filed under: puisi-puisian
Sehari dua hari
ketika hal kecil menjadi besar
bahkan teman menjadi lawan,
Tiga empat hari
saat 24 tak lagi konstan
bahkan aritmatika sederhana menjadi rumit,
Lima enam hari
menunggu,
dan ditunggu..
Filed under: Bercerita
Lampu dansa dipadamkan,
Hanya seberkas cahaya di sudut ruang,
Cahaya yang sedikit berasap.
Pengeras suarapun dibunyikan,
Pedansa dan berandal menyatu,
Sikupun saling beradu.
Masa lalu, kini, dan nanti dilupakan,
Hanya gerakan kecil buat orang lain,
Tapi perubahan besar buat mereka.
Filed under: Bercerita
Di dalam
Pucat, ia terdiam.
Dikelilingi oleh kegelapan, tanpa cahaya matahari maupun bulan dan bintang.
Terpejam, ia tak berkata apa-apa.
Hening.
Berusaha ia memecah keheningan, ia menjerit.
Seakan tak terdengar, lingkungan tak memberi komentar.
Ia hantamkan kepalan tangannya ke segala arah,
Seakan mati rasa, tak ada yang mengeluh.
Tanpa ada harapan, ia seakan ingin menyerah,
Walaupun setitik harapan masih tersisa.
Di luar
Pucat ia terdiam,
Meski cahaya setia menemani, bulan bersama bintang,
Berganti matahari di 12 jam berikutnya, layaknya pergantian shift.
Suara pun tetap menghibur, meski berisik tak ikut serta.
Kadangkala tangis berkunjung, tak sekedar air mata menetes,
Diiringi pula dengan erangan dan hentakan tak berirama,
Seakan mati rasa, ia tak mengeluh.
Dengan harapan yang meski tak pasti,
Terkadang mereka ingin menyerah,
Satu persatu meninggalkan,
Meski selalu ada yang tersisa.
Di dua sisi,
Takkan pernah ada yang menyerah.
Filed under: puisi-puisian
….Sky was black, even with one or two little dot shine of stars.
….Never this scary, never this dark, came into my night.
….Rumble the sky, the land was shaking, and my knees too.
….Hardly to breath, and hardly to blink.
….Just voice of my heartbeat, nothing else was I heard, even the crowd is near.
….Suddenly I was woke up, but I never asleep.
….Suddenly I asleep, even I just woke up for a while.